Blog Post

News from us
19 July 2017

Kisah William Henry Quilliam Orang Inggris pertama yang memeluk islam

William Henry Quilliam begitu nama lengkapnya, ia adalah seorang pakar hukum Inggris, dan putra dari seorang pendeta gereja metodhist. Namun, hidayah Allah mampu menghampiri siapa saja yang Ia kehendaki.

Bermula di Maroko

William mendapat cahaya hidayah, bermula ketika ia melakukan perjalanan ke Maroko, disana ia menyaksikan kehidupan muslim yang membuatnya tertarik, kesederhanaan, rasa solidaritas yang tinggi antar sesama, dan tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin membuatnya ingin mengetahui Islam lebih dalam. Ia juga menyaksikan rombongan jama’ah haji yang baru kembali beribadah, dan menyaksikan betapa damainya mereka saat shalat.  

William mendapatkan penjelasan tentang Islam dari seorang koleganya yang Muslim, karena semua penjelasannya dianggap logis, saat itu Wiliam langsung memutuskan untuk masuk ke dalam agama Islam. Ia pun merubah namanya menjadi Abdullah Quiliam, dan berencana untuk mensyi’arkan Islam di negaranya.

Kemarahan Publik Inggris

Keputusan Quilliam pindah agama, bukanlah hal yang sederhana, karena pada saat itu tepatnya pada abad ke-19, Islam dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima di Inggris bahkan dianggap sebagai agama setan sehingga banyak orang yang memusuhinya.

Kebencian dan kemarahan orang terhadap Quilliam semakin meningkat setelah ia mendirikan masjid dan berhasil mengajak 200 warga lokal dan 600 orang di seluruh Inggris masuk ke dalam agama Islam. Mereka mendatangi Quiliam dan menyerangnya dengan melempar kepala babi, batu dan silet. Kemarahan sebagian orang-orang tersebut diantaranya dipicu oleh para pendeta dan sebagian lain oleh media, namun ia tetap tegar menghadapinya.

Mendirikan Media Islam Pertama di Inggris

Hebatnya Quilliam membalas kebencian mereka dengan cara yang sangat cerdas, yaitu dengan mendirikan media muslim pertama, dan memproduksi karya jurnalisme Islam pertama. Ia mendorong para pengikutnya untuk menulis, guna merubah opini publik Inggris yang keliru terhadap Islam, ia juga mengajukan petisi kepada pemimpin Inggris saat itu, ratu Victoria, agar pandangannya didengar.

Abdullah Quiliam pun berhasil menulis buku berjudul ‘Faith Of Islam’ yang memiliki 3 edisi, tulisannya menjadi bacaan yang sangat penting dan populer, saking populernya buku tersebut diterjemahkan ke dalam 13 bahasa, bahkan ratu Victoria sendiri memesan buku tersebut untuk dirinya dan juga cucu-cucunya.

Profesor agama dari Universitas Hope Liverpool, Ron Geaves, mengatakan bukan hanya tulisannya yang membantu mengubah pandangan publik tentang Islam. Ia mengatakan Quilliam melakukan riset dan mencari tahu mengapa Islam tidak populer di antara publik Inggris dan mengangkatnya dalam khotbah di masjid untuk mengatasi masalah itu.

“Ia mempresentasikan Islam dalam cara yang sangat rasional dan menarik bagi warga pada zaman Victoria yang saat itu sangat memperhatikan sisi ilmiah,” ujar Geaves.

Atas karyanya tersebut, Quilliam mendapat gelar Sheikh ul-Islam untuk Kepulauan Inggris oleh penguasa Ottoman Sultan Abdul Hamid II pada 1894 dan diakui oleh Shah Persia serta Emir Afghanistan sebagai pemimpin Musim Inggris.

Namun, sayangnya meskipun Quilliam sudah berjuang keras agar Islam dapat diterima di Inggris, intoleransi masyarakat Inggris terhadap Islam saat itu masih sangat tinggi, sehingga menyebabkan Quilliam beserta para pengikutnya harus pindah dari Inggris ke Istanbul pada 1908. Lalu, ia kembali lagi ke Inggris dengan nama Haroun Mustapha Leon dan menetap di Woking, sampai ia meninggal pada 1932.

Pada tahun 1999, kelompok Muslim dari Merseyside, Liverpool mendirikan organisasi yang disebut Masyarakat Abdullah Quilliam untuk mempertahankan peninggalannya. Jahangir Mohammed salah satu anggota kelompok tersebut mengatakan, Quilliam adalah panutan bagi Muslim di Inggris ia juga yang berjasa mendirikan masjid pertama di Inggris sebagai pusat aktivitas Islam pada zaman ratu Victoria dan berjasa atas lahirnya Islam di Inggris.

|

Leave a Reply

Jingle UQI FM // UQI-FM
  1. Jingle UQI FM // UQI-FM
  2. Galneryus – Requiem // UQI-FM